Wajib Tahu, Yang Dapat Membatalkan Puasa

yang membatalkan puasa

Menjelang bulan Ramadhan, apakah sudah menuntaskan ibadah yang tertunda pada tahun lalu? Semoga kita semua telah menuntaskan utang puasa kita. Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Seperti ibadah pada umumnya, ibadah puasa juga memiliki beberapa peraturan yang harus ditaati agar kita sebagai umat Islam merasa nyaman dalam menjalaninya. Sudah menjadi hal umum apabila teman-teman mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Karena jika puasa kita sudah batal, maka kita harus membayarnya pada waktu-waktu yang telah ditentukan, dan tentu saja pada saat bulan Ramadan telah usai. Lalu, apakah teman-teman tahu apa saja hal yang dapat membatalkan puasa? Mari kita simak daftar berikut ini.

Perbuatan Yang Membatalkan Puasa

Mengetahui apa saja yang membuat puasa Ramadhan adalah penting agar kita tidak sampai melakukan pelanggaran ketika menjalani puasa.

1. Masuknya Sesuatu Hingga Tenggorokan

Hal ini merupakan tindakan yang bisa saja disengaja maupun tidak sengaja dilakukan. Sebagai manusia, tentunya kita tak bisa melarikan diri dari melupakan sesuatu. Salah satunya adalah ketika kita sedang berpuasa.

Belum lagi dengan kondisi di mana kita sedang berpuasa, pasti banyak sekali godaan yang dapat membatalkan puasa muncul. Seperti misalnya, makan atau minum sesuatu. Bukan berarti jika kita tidak sengaja, tidak dapat membatalkan puasa. Kecuali jika dalam keadaan yang benar-benar lupa dan baru ingat saat sudah berbuka, maka hal itu bisa dimaklumi.

Tetapi, jika teman-teman makan atau minum dengan sengaja, maka konsekuensi terbesarnya adalah sudah batal puasa, hilang juga pahalanya. Sungguh rugi bagi orang-orang yang sengaja membatalkan puasa karena tidak tahan godaan.

Lain halnya dengan orang yang memang berkebutuhan khusus seperti sedang sakit maupun sedang dalam perjalanan jauh. Hukumnya menjadi wajib untuk teman-teman membatalkan ibadah puasa yang sedang dijalankan.

2. Muntah Secara Sengaja

Mungkin teman-teman sedikit dibingungkan dengan ini. Bagaimana caranya kita bisa muntah secara sengaja? Tentu saja bisa, banyak orang-orang yang muntah secara sengaja dengan alasan yang beragam.

Saat ingin muntah, pasti ada perasaan bergejolak di area perut dan tenggorokan. Jika pada saat tersebut terlintas niat di pikiran kita untuk memuntahkan sesuatu atau justru memancing tubuh kita agar memuntahkan sesuatu, maka pada saat itu juga puasa kita telah batal.

Terkecuali orang yang memang muntah secara sengaja. Biasanya saat sedang dalam perjalanan jauh, kemudian orang itu mabuk perjalanan lalu setelah itu muntah, maka ibadah puasa yang sedang dijalaninya itu tidak bisa disebut batal karena ada kondisi khusus yang mengharuskannya untuk muntah.

3. Gila/Hilang Akal

Hal yang dapat membatalkan puasa selanjutnya adalah ketika kita hilang akal atau gila. Teman-teman pasti berpikir, bagaimana awalnya kita berpuasa jika memang sudah hilang akal? Sesuai takdir Yang Maha Kuasa, kita tidak bisa benar-benar menentukan ataupun mencegah takdir yang memang sudah di tetapkan.

Jika seseorang yang sedang berpuasa tiba-tiba mengalami suatu kondisi yang menyebabkannya menjadi hilang akal (bukan hilang kesadaran), maka hal itu dapat menyebabkan puasanya menjadi batal.

Kondisi seperti ini bisa saja disebut wajar karena tidak jarang seseorang mengalami stress yang berkepanjangan atau lebih dikenal dengan depresi, yang pada akhirnya dapat membuatnya kehilangan akal sehat akibat tidak bisa menahan beban yang sedang ditanggung. Wallahu alam.

4. Haid dan Nifas

Hal ini tentu saja sudah menjadi rahasia umum, terutama bagi kaum perempuan. Teman-teman perempuan pasti seringkali mengalami keadaan yang ingin sekali ditolak, namun tak bisa.

Seperti pada saat beberapa menit menjelang adzan maghrib, lalu teman-teman mendapat haid atau nifas. Pasti rasanya sangat kesal, terutama jika teman-teman sudah menjaga ibadah puasa dengan sangat baik.

Tetapi tentu saja, hal ini tidak dapat dihindari pun tidak akan menimbulkan dosa jika teman-teman mengalaminya. Hal yang harus dilakukan hanyalah membayar utang puasa yang batal dikarenakan haid atau nifas, pada waktu yang telah ditentukan.

5. Berhubungan Badan

Dalam konteks ini, seringkali terjadi pada pasangan suami-istri. Hal ini termasuk wajar terutama bagi lawan jenis yang sedang terbawa nafsu atau syahwat. Tetapi hal ini bisa juga menjadi penimbul dosa jika kita melakukannya dengan sengaja tanpa ikatan pernikahan.

Bahkan, sesaat saja timbul sebah nafsu atau syahwat, maka pada saat itu juga ibadah puasa teman-teman akan menjadi batal. Maka diwajibkan membayar kembali pada saat bulan Ramadan telah berlalu.

Sesuai dengan hadits riwayat berikut:

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berbuka (dengan berhubungan badan) pada bulan Ramadhan, maka Rasulullah menyuruhnya untuk membayar kafarat dengan memerdekakan budak atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan kepada enam puluh orang miskin.” (HR. Muslim).

6. Keluar Air Mani

Selain dapat terjadi dikarenakan berhubungan badan, keluarnya air mani juga bisa terjadi secara sengaja jika salah satu individu baik laki-laki maupun perempuan mengundang syahwatnya secara sengaja.

Sama halnya seperti pasangan suami-istri yang saling mengundang syahwat dan berakhir dengan berhubungan badan, keluarnya air mani merupakan salah satu hal yang bisa menimbulkan dosa jika tidak dilakukan sesuai ajaran agama (menikah terlebih dahulu).

Sebaiknya hal ini menjadi perhatianteman-teman semua dengan mencari konsekuensi dari melakukan hal ini. Karena akibatnya tidak hanya berpengaruh kepada ibadah puasa yang batal, namun bisa juga mempengaruhi kondisi fisik dan psikis teman-teman semua.

7. Masuknya Sesuatu Melalui Dubur atau Qubul

Meski terkesan sama, hal ini berbeda dengan berhubungan badan karena bisa saja hal ini dilakukan karena ketidaksengajaan. Seperti pada saat teman-teman sedang mencuci area dubur maupun qubul, dan secara tidak sengaja salah satu jari masuk ke dalam lubangnya, maka itu sudah terhitung yang membatalkan puasa.

Tentu saja hal ini bisa dibantah oleh sebagian orang. Namun, kita tidak bisa menyangka bagaimana pastinya hal ini bisa terjadi. Maka, teman-teman harus lebih berhati-hati ketika sedang membersihkan badan atau mandi agar terhindar dari batalnya puasa akibat ketidaksengajaan ini.

Beda halnya ketika teman-teman sedang mengalami ambeien atau sakit pada area dubur. Maka ketika memasukkan obat, pastinya akan dikeluarkan lagi dan hal itu tidak menyebabkan batalnya puasa teman-teman.

8. Murtad

Murtad merupakan kegiatan di mana seseorang keluar dari agama Islam atau masuk ke agama lain. Hal ini tidak bisa disebut wajar namun bisa saja terjadi. Ketika seseorang sedang berpuasa dan dalam keadaan tersebut ia murtad atau keluar dari agama Islam, maka puasanya dipastikan batal.

Jika seseorang tersebut kemudian masuk ke agama lain, maka tidak diwajibkan lagi baginya untuk menjalankan syariat Islam. Seseorang tersebut tidak wajib untuk membayar kembali puasanya pada masa yang akan datang.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:

“Kami tidak mengetahui adanya perbedaan di antara para ulama bahwa barang siapa yang murtad pada saat berpuasa maka kemurtadannya itu telah merusak puasanya. Dan dia wajib mengqadha’ puasanya tersebut jika dia masuk Islam kembali, baik dia kembali masuk Islam pada hari itu juga atau setelah berlalunya hari tersebut. Baik penyebab kemurtadannya tersebut dilakukan dengan penuh keyakinan atau meragukan apa yang menjadikannya kafir, ataupun dengan mengucapkan kata-kata kufur, baik dengan cara menghina atau tidak.

Dari beberapa penyebab yang membatalkan puasa tentu saja kita pernah mengalami walaupun 1x dalam seumur hidup. Setelah mengetahuinya harapannya bisa lebih paham apa saja pembatal puasa dan mengurangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *